Kualitas Udara Memburuk, Anggota DPRD Lima Puluh Kota Prima Maifirson Dorong WFH Dan Sekolah Daring

- Editor

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMA PULUH KOTA – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Lima Puluh Kota dilaporkan memburuk pada Senin pagi, 7 September 2026. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Prima Maifirson. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila kualitas udara terus mengalami penurunan.

Menurut Prima, kualitas udara yang tidak sehat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara dan gangguan pernapasan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Kualitas udara yang tidak sehat tentu memiliki risiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia dan masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara,” ujar Prima.

Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu mengambil langkah cepat dan terukur untuk melindungi masyarakat apabila kondisi kabut asap semakin memburuk. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan, kata dia, adalah penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pembelajaran secara daring bagi siswa.

Baca Juga :  Kunjungi Proyek Tol Padang-Sicincin, Menko AHY Ingatkan Pentingnya Percepatan Konektivitas Pekanbaru-Padang

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi pilihan apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara telah berada pada kondisi yang membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kami mendorong Pemkab Lima Puluh Kota menyiapkan langkah antisipasi, termasuk WFH bagi aparatur dan pembelajaran daring bagi siswa apabila kondisi udara terus memburuk,” katanya.

Selain mendorong langkah kebijakan dari pemerintah daerah, Prima juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri selama kabut asap masih terjadi. Warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada kelompok rentan, serta menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela apabila asap semakin pekat. Anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga yang memiliki gangguan pernapasan diharapkan mengurangi paparan asap dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata atau gangguan kesehatan lainnya.

Baca Juga :  Aspon Dedi: Perpres Nomor 12/2025 Diharapkan Perkuat Peran Pers dalam Pembangunan Nasional

Prima menegaskan, pemerintah daerah perlu memperkuat pemantauan kualitas udara sekaligus menyampaikan informasi yang jelas dan terkini kepada masyarakat mengenai kondisi udara serta langkah-langkah perlindungan yang harus dilakukan.

Menurutnya, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi secara cepat apabila kualitas udara telah memasuki kategori yang berisiko terhadap kesehatan, sehingga warga dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.

“Yang paling penting adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus hadir, memberikan informasi yang jelas kepada warga dan mengambil langkah antisipasi sebelum kondisi semakin buruk,” pungkasnya.(rio)

Berita Terkait

204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga
Bencana Datang Bertubi-tubi, Dinsos Lima Puluh Kota Bergerak dari Kesiapsiagaan hingga Pemulihan
PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Buka Pendaftaran Peserta OKK PWI Sumbar Angkatan II Tahun 2026
Camat Apri Yulianto Kawal Langsung Dimulainya Pembangunan 204 Huntap di Gunuang Omeh
Beni Murdani Soroti Huntap Aia Anggek: Jangan Hanya Bangun Rumah, Pulihkan Kehidupan Warga
Dampingi Bupati ke Kemensos, Kadis Sosial Lima Puluh Kota Ir. Indra Suriani Bawa Aspirasi Warga
Diduga Terlilit Utang, Perempuan 41 Tahun Ditemukan Meninggal di Warung di Lima Puluh Kota
Bupati Safni Salurkan Bantuan Perikanan, Bangkitkan Ekonomi Warga Terdampak Bencana

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:13 WIB

204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Anggota DPRD Lima Puluh Kota Prima Maifirson Dorong WFH Dan Sekolah Daring

Senin, 7 September 2026 - 11:39 WIB

Bencana Datang Bertubi-tubi, Dinsos Lima Puluh Kota Bergerak dari Kesiapsiagaan hingga Pemulihan

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Buka Pendaftaran Peserta OKK PWI Sumbar Angkatan II Tahun 2026

Minggu, 6 September 2026 - 00:43 WIB

Camat Apri Yulianto Kawal Langsung Dimulainya Pembangunan 204 Huntap di Gunuang Omeh

Berita Terbaru