Bencana Datang Bertubi-tubi, Dinsos Lima Puluh Kota Bergerak dari Kesiapsiagaan hingga Pemulihan

- Editor

Senin, 7 September 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMA PULUH KOTA, Lipsus — Bencana tidak pernah datang dengan pemberitahuan. Banjir, longsor, kebakaran, hingga angin kencang dapat sewaktu-waktu mengancam keselamatan masyarakat dan merusak kehidupan warga.

Di Kabupaten Lima Puluh Kota, sejumlah peristiwa bencana dalam beberapa bulan terakhir menjadi ujian nyata bagi kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Banjir dan longsor di Nagari Aia Angek, Kecamatan Gunuang Omeh, kebakaran rumah di sejumlah nagari, hingga angin kencang yang merusak permukiman dan bahkan menyebabkan korban jiwa di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, menjadi rangkaian musibah yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Di tengah berbagai peristiwa tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi salah satu garda terdepan dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan.

Peran tersebut tidak hanya dimulai ketika bantuan disalurkan. Lebih jauh, Dinas Sosial terlibat dalam rangkaian penanggulangan bencana mulai dari kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

Bagi Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota, penanganan bencana tidak dimulai setelah musibah terjadi.

Upaya pengurangan risiko terus dilakukan melalui koordinasi bersama BPBD, pemerintah nagari, TNI, Polri, BAZNAS, TAGANA, relawan, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Salah satu langkah strategis yang terus diperkuat adalah pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di daerah-daerah yang memiliki potensi ancaman bencana.

Program tersebut diarahkan untuk membangun masyarakat yang tidak hanya menunggu bantuan ketika musibah datang, tetapi memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman, melakukan tindakan penyelamatan awal, serta membantu lingkungan di sekitarnya.

Melalui KSB, masyarakat diberikan pemahaman tentang mitigasi bencana, prosedur evakuasi, pertolongan pertama, pendataan kelompok rentan, hingga tata cara berkoordinasi dengan pemerintah ketika kondisi darurat terjadi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota, Ir. Indra Suriani, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengenali potensi ancaman, melakukan penyelamatan secara mandiri, serta membantu lingkungan sekitarnya. Kampung Siaga Bencana menjadi salah satu upaya membangun budaya siaga di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain penguatan kesiapsiagaan, Dinas Sosial juga melakukan pendataan terhadap kelompok-kelompok rentan.

Lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, anak-anak, serta keluarga kurang mampu menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus ketika terjadi bencana.

Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses evakuasi maupun penyaluran bantuan agar dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini

Komitmen tersebut diuji ketika bencana melanda Nagari Aia Angek, Kecamatan Gunuang Omeh.

Pascabencana, Dinas Sosial bersama BPBD langsung melakukan asesmen di lapangan, mendata masyarakat terdampak, serta memastikan kebutuhan dasar korban dapat segera terpenuhi.

Berbagai bantuan disalurkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Mulai dari paket sembako, makanan siap saji, selimut, tikar, perlengkapan tidur, family kit, kids ware, hygiene kit, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Namun penanganan tidak berhenti setelah bantuan diterima. Dinas Sosial juga memberikan pendampingan sosial kepada masyarakat dalam masa pemulihan, agar warga terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas kehidupan secara normal.

“Kami tidak hanya hadir ketika bantuan disalurkan. Dinas Sosial memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan sosial selama proses pemulihan. Pengalaman di Aia Angek mengajarkan bahwa kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar masyarakat bisa bangkit lebih cepat,” kata Ir. Indra Suriani.

Gerak cepat pemerintah kembali terlihat ketika kebakaran dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Di Nagari Sarilamak, Kubang, Guguak VIII Koto, hingga Sungai Naniang, pemerintah daerah bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota Ir. Indra Suriani, Kepala Pelaksana BPBD Zaimar Hakim, S.H., Camat Bukik Barisan Faizil Aziz, S.IP., M.Si., serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota Edrimal Dt. Ulak Cimano.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Dinas Sosial, BPBD, dan BAZNAS dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Belum selesai penanganan di sejumlah wilayah, bencana kembali terjadi.

Di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota kembali hadir memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Bupati H. Safni Sikumbang didampingi Ketua Umum LKKS Kabupaten Lima Puluh Kota Ny. Asra Yanti Safni, Kepala Dinas Sosial Ir. Indra Suriani, Kalaksa BPBD Zaimar Hakim, S.H., Ketua BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota H. Yulius, S.Ag., M.Ag., Camat Pangkalan Koto Baru Depi Prengki, S.KM., M.KM., Wali Nagari Pangkalan, serta unsur terkait lainnya.

Baca Juga :  Ucapan Selamat Atas Pelantikan Sekda Kabupaten Pasaman Dari Kepsek Drs.Rizka Khaira,M.Si

Bupati H. Safni Sikumbang menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir ketika masyarakat menghadapi musibah.

“Setiap musibah adalah duka kita bersama. Pemerintah harus hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan. Melalui Dinas Sosial, BPBD, BAZNAS, pemerintah kecamatan, dan pemerintah nagari, kami memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan, bantuan, dan semangat untuk bangkit kembali,” tegasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., mengatakan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada respons ketika musibah terjadi.

Penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh.

«“Setiap laporan bencana langsung kami tindak lanjuti melalui asesmen cepat bersama Dinas Sosial dan instansi terkait. Penanganan tidak berhenti pada evakuasi atau bantuan darurat, tetapi berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih. Karena itu sinergi lintas sektor menjadi kunci utama,” ujarnya.»

Berbagai pengalaman bencana yang terjadi di Lima Puluh Kota menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama.

Tidak ada satu institusi yang dapat bekerja sendiri.

Dinas Sosial memiliki peran penting dalam memastikan perlindungan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. BPBD menangani koordinasi penanggulangan bencana dan respons kedaruratan. BAZNAS membantu melalui dukungan sosial dan kemanusiaan.

Sementara TNI, Polri, TAGANA, relawan, dan masyarakat turut menjadi kekuatan penting dalam setiap proses penanganan. Dari Aia Angek di Kecamatan Gunuang Omeh hingga Pangkalan Koto Baru, berbagai peristiwa bencana telah memberikan pelajaran penting. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat memiliki kesiapan sebelum ancaman datang.

Melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana, penguatan TAGANA, perlindungan kelompok rentan, penyaluran bantuan logistik, serta pendampingan sosial pascabencana, Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota terus memperkuat perannya dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Namun dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan, koordinasi, dan kerja bersama. Di balik setiap paket bantuan yang diterima warga terdampak, terdapat kerja panjang berbagai pihak yang bergerak dari lapangan ke lapangan.

Dari Dinas Sosial, BPBD, BAZNAS, pemerintah kecamatan dan nagari, TNI, Polri, TAGANA, relawan, hingga masyarakat. Sebab pada akhirnya, penanggulangan bencana bukan hanya tentang seberapa cepat bantuan datang ketika musibah terjadi.

Lebih dari itu, bagaimana memastikan setiap warga yang terdampak tetap mendapatkan perlindungan, memiliki harapan, dan diberi kesempatan untuk kembali bangkit.(rio)

Berita Terkait

204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga
Kualitas Udara Memburuk, Anggota DPRD Lima Puluh Kota Prima Maifirson Dorong WFH Dan Sekolah Daring
PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Buka Pendaftaran Peserta OKK PWI Sumbar Angkatan II Tahun 2026
Camat Apri Yulianto Kawal Langsung Dimulainya Pembangunan 204 Huntap di Gunuang Omeh
Beni Murdani Soroti Huntap Aia Anggek: Jangan Hanya Bangun Rumah, Pulihkan Kehidupan Warga
Dampingi Bupati ke Kemensos, Kadis Sosial Lima Puluh Kota Ir. Indra Suriani Bawa Aspirasi Warga
Diduga Terlilit Utang, Perempuan 41 Tahun Ditemukan Meninggal di Warung di Lima Puluh Kota
Bupati Safni Salurkan Bantuan Perikanan, Bangkitkan Ekonomi Warga Terdampak Bencana

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:13 WIB

204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Anggota DPRD Lima Puluh Kota Prima Maifirson Dorong WFH Dan Sekolah Daring

Senin, 7 September 2026 - 11:39 WIB

Bencana Datang Bertubi-tubi, Dinsos Lima Puluh Kota Bergerak dari Kesiapsiagaan hingga Pemulihan

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Buka Pendaftaran Peserta OKK PWI Sumbar Angkatan II Tahun 2026

Minggu, 6 September 2026 - 00:43 WIB

Camat Apri Yulianto Kawal Langsung Dimulainya Pembangunan 204 Huntap di Gunuang Omeh

Berita Terbaru