LIMA PULUH KOTA — Persiapan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Aia Anggek, Kecamatan Gunuang Omeh, menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dari Fraksi PKS, Beni Murdani, S.E., M.M., Komisi III.
Beni menegaskan, pembangunan Huntap tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus mampu mengembalikan rasa aman dan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana.
“Jangan hanya membangun rumah. Yang harus kita bangun kembali adalah kehidupan masyarakat. Mereka membutuhkan kepastian tempat tinggal, pendidikan, fasilitas dasar dan kesempatan untuk kembali mandiri,” ujar Beni, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, warga terdampak bencana sudah cukup lama berada dalam kondisi sulit. Karena itu, pemerintah diminta mempercepat seluruh proses persiapan Huntap dan memastikan tidak ada lagi persoalan yang membuat masyarakat menunggu tanpa kepastian.
“Jangan sampai masyarakat hanya dipindahkan. Mereka harus mendapatkan kehidupan yang lebih aman dan layak di tempat yang baru,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera sebelumnya memastikan 447 unit Huntap mulai memasuki tahap konstruksi pada September 2026.
Sebanyak 243 unit dibangun melalui pembiayaan BNPB, sementara 204 unit lainnya melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kawasan Huntap dipusatkan di Nagari Koto Tinggi dengan lahan seluas 5,5 hektare yang dihibahkan Ninik Mamak setempat.
Beni mengapresiasi dukungan masyarakat adat, namun meminta seluruh aspek legalitas lahan, fasilitas dasar dan kebutuhan sosial warga dipastikan sejak awal.
“Ukuran keberhasilan Huntap bukan berapa rumah yang selesai, tetapi apakah masyarakat bisa kembali hidup aman, anak-anak bisa bersekolah, dan ekonomi keluarga mereka bisa pulih,” katanya.
Ia memastikan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pembangunan Huntap benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
“Masyarakat terdampak jangan sampai merasa ditinggalkan setelah bencana berlalu. Huntap harus menjadi awal kebangkitan mereka,” pungkas Beni.(rio)









