Limapuluh Kota || Progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Lima Puluh Kota terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah daerah memastikan, pekan depan para pengungsi mulai menempati Huntara yang saat ini hampir rampung dikerjakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol, S.Pd, mengatakan bahwa secara teknis pembangunan Huntara telah memasuki tahap akhir.
“Insyaallah, Minggu depan pengungsi sudah bisa masuk ke Huntara. Saat ini kita tinggal penyempurnaan ringan, termasuk sarana pendukung agar layak huni,” ujar Rahmadinol, Minggu (18/1/2026).
Ia menegaskan, percepatan pembangunan Huntara merupakan komitmen pemerintah daerah agar warga tidak terlalu lama bertahan di lokasi pengungsian.
“Kami berupaya maksimal agar hak dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya tempat tinggal yang aman dan layak, bisa segera terpenuhi,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Camat Gunuang Omeh, Apri Tanjung, yang memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mendukung percepatan pemindahan pengungsi.
“Pemerintah kecamatan bersama nagari terus melakukan pendataan dan persiapan teknis. Kita ingin proses pemindahan berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan baru,” kata Apri.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Tinggi, Insanul Rijal, menyampaikan rasa syukur atas hampir rampungnya Huntara yang sangat dinantikan warga.
“Masyarakat sudah lama menunggu. Huntara ini menjadi harapan sementara sebelum hunian tetap dibangun. Kami berharap fasilitas yang tersedia benar-benar nyaman dan aman,” ujarnya.
Dari sisi pelaksanaan lapangan, Satgas TNI yang terlibat langsung dalam pembangunan Huntara menyatakan bahwa pengerjaan dilakukan secara gotong royong dan sesuai target waktu.
“Kami fokus menyelesaikan pembangunan tepat waktu agar bisa segera dimanfaatkan warga. Sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat berjalan baik,” ujar perwakilan Satgas TNI.
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berharap, dengan segera ditempatinya Huntara, kondisi sosial dan psikologis warga terdampak bencana dapat berangsur pulih sembari menunggu realisasi pembangunan hunian tetap.(rio)









