Bukik Nyunyuang Baru Viral, Pengunjung Resah: Perilaku Tak Pantas Dinilai Cemari Ruang Publik

- Editor

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota || Destinasi wisata alam Bukik Nyunyuang di Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, yang belakangan viral di media sosial, kini menuai sorotan publik. Sejumlah pengunjung mengaku merasa tidak nyaman dengan perilaku sebagian remaja yang dinilai melampaui batas kepantasan di ruang publik.

Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial. Pengunjung menyebut adanya aktivitas berpelukan, pangku-pangkuan, hingga berduaan di semak-semak di area puncak bukit, bahkan masih terjadi menjelang waktu Magrib.

“Banyak anak-anak sekolah pacaran di Nyunyuang, min. Miris, lah Magrib masih di situnyo,” tulis salah seorang netizen.

Sejumlah masyarakat menilai, fenomena tersebut tidak sejalan dengan norma sosial dan adat Minangkabau yang menjunjung tinggi nilai kesopanan, rasa malu (malu jo sopan), serta penghormatan terhadap ruang publik.

Dalam nilai adat Minangkabau, ruang terbuka yang digunakan bersama terutama yang berada di wilayah nagari dipandang sebagai ruang bermartabat yang harus dijaga perilakunya.

Baca Juga :  Lomba Kostum Adat Minangkabau Meriahkan Festival Serambi Merah Putih di Padang Panjang

Ungkapan adat “di mana bumi dipijak, di situ langik dijunjuang” menjadi prinsip utama dalam bersikap di lingkungan sosial.

“Bukik Nyunyuang itu ruang umum, bukan tempat privat. Kalau perilaku di ruang publik sudah membuat orang lain risih, itu jelas bertentangan dengan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” tulis netizen lainnya.

Beberapa pengunjung mengaku datang bersama keluarga dan anak-anak, sehingga merasa terganggu dengan perilaku yang dinilai tidak pantas tersebut.

“Ado nan peluk-peluk, ado nan pangku-pangkuan dalam somak. Agak risih se mancaliaknyo,” tulis akun lain.

Netizen juga mengusulkan agar ada batasan jam kunjungan, khususnya menjelang sore hari. “Harusnyo ado batas kunjungan sampai jam 5 sore,” tulis salah satu komentar.

Bukik Nyunyuang dikenal memiliki panorama alam yang indah dan baru berkembang sebagai destinasi wisata. Namun sebagian masyarakat khawatir, ketiadaan aturan dan pengawasan dapat merusak citra lokasi tersebut.

Baca Juga :  Perampokan Dramatis di Agen Brilink Dharmasraya: Penyanderaan, Luka Tembak, dan Uang Raib

“Sangat disayangkan. Tampek rancak baru viral lah jadi kek gitu. Mudah-mudahan dibenahi,” tulis netizen lainnya.

Dalam konteks Minangkabau, rusaknya citra suatu tempat bukan hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga nama baik nagari dan masyarakat setempat.

Masyarakat berharap adanya peran aktif pemerintah nagari, niniak mamak, pemuda, serta pengelola wisata untuk melakukan penataan, antara lain:

Penetapan jam kunjungan yang jelas, pemasangan imbauan etika berkunjung berbasis nilai adat, Pengawasan persuasif demi menjaga kenyamanan bersama.

Langkah tersebut dinilai penting agar Bukik Nyunyuang tetap menjadi destinasi wisata alam yang ramah keluarga, bermartabat, dan selaras dengan nilai adat Minangkabau.

“Jangan sampai baru viral, tapi rusak secara sosial karena abai pada norma,” tulis salah seorang netizen menutup komentarnya.(rio)

Berita Terkait

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan
David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah
Jelang Muswil X PPP Sumbar, DPC Kota Payakumbuh Tegaskan Komitmen Konsolidasi Partai
H. Ilson Cong Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar
Kapolres 50 Kota Laksanakan Wakuntoh dan Audiensi Bersama Dinas Pangan, Perkuat Program MBG
Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar
Warga Jorong Belubus Desak Penutupan Tambang Pasir Ilegal
Solidaritas Guru Nasional, PGRI Sumbar–Sijunjung Bantu Guru Korban Bencana di Limapuluh Kota

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 10:49 WIB

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:17 WIB

David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:07 WIB

H. Ilson Cong Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:55 WIB

Kapolres 50 Kota Laksanakan Wakuntoh dan Audiensi Bersama Dinas Pangan, Perkuat Program MBG

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:32 WIB

Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Berita Terbaru

Payakumbuh

Capt. Harmen: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:39 WIB

Lima Puluh Kota

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Senin, 2 Feb 2026 - 10:49 WIB

Lima Puluh Kota

David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah

Minggu, 1 Feb 2026 - 13:17 WIB