Operasi Modifikasi Cuaca di Sumbar Diperpanjang hingga 31 Juli, Karhutla Menurun Signifikan

- Editor

Rabu, 30 Juli 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang,  –  Pemerintah memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Barat selama dua hari ke depan, hingga 31 Juli 2025. Perpanjangan ini diputuskan dalam rapat evaluasi bersama yang digelar pada Selasa (29/7/2025), setelah OMC dinilai berhasil menekan angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara signifikan.

Rapat evaluasi dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, BMKG Stasiun BIM, BPBD Sumbar, PT Songo Aviasi Indonesia, serta seluruh tim pelaksana OMC.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, menyebutkan bahwa pelaksanaan OMC selama lima hari sebelumnya telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Titik-titik Karhutla yang sempat menyebar di berbagai wilayah, terutama di Kabupaten Solok dan Limapuluh Kota, kini dilaporkan nyaris tidak ada lagi.

“Alhamdulillah, modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BNPB dan BMKG berhasil sangat baik. Karhutla yang sebelumnya cukup mengkhawatirkan kini sudah mendekati nol kejadian,” ungkap Rudy kepada awak media.

Baca Juga :  Infrastruktur Belum Memadai, Andre Akui Pelaksanaan MBG Sedikit Terlambat di Sumbar

Meskipun berhasil menekan kebakaran, Sumbar saat ini masih berada dalam kondisi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan September 2025. Kondisi ini membuat potensi munculnya titik api baru tetap tinggi.

Karena itu, perpanjangan OMC tidak hanya bertujuan menjaga hasil yang telah dicapai, tetapi juga untuk mencegah kemungkinan kemunculan Karhutladi wilayah lain.

Berdasarkan evaluasi dan status siaga darurat yang masih berlaku, cakupan wilayah OMC kini diperluas dari sebelumnya hanya Limapuluh Kota dan Solok, ke sejumlah daerah baru seperti perbatasan Pasaman, Sijunjung, hingga ke Pesisir Selatan.

“Kita melihat potensi Karhutla masih cukup tinggi di luar dua daerah awal. Oleh karena itu, kita perluas wilayah OMC ke sejumlah kabupaten lainnya yang juga rawan,” terang Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan praktik pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, karena dampaknya sangat luas, baik dari sisi lingkungan, kesehatan, maupun ekonomi. Ia juga mengimbau keterlibatan tokoh adat dan pemerintah nagari untuk melakukan pengawasan secara aktif di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Dilanda Kekeringan dan Kebakaran, Budi Febriandi Ajak Pemerintah dan Elemen Masyarakat Gelar Salat Istisqa'

“Kami harap seluruh elemen masyarakat, terutama ninik mamak dan pemimpin daerah, ikut mengawasi agar tak ada lagi pembakaran hutan dan lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan metode penyemaian garam (NaCl) di awan-awan potensial hujan dengan dukungan pesawat dari PT Songo Aviasi Indonesia. Hujan buatan yang dihasilkan berhasil membasahi kawasan-kawasan rawan api dan menurunkan suhu serta kelembapan udara, faktor penting dalam mencegah penyebaran kebakaran.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat strategi penanganan Karhutla di masa mendatang, tidak hanya secara reaktif, tetapi juga preventif dan partisipatif. (*)

Berita Terkait

Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Divpropam Polda Sumatera Barat dan Ajukan Praperadilan di PN Pasaman Barat
Info Terkini Banjir Bandang Lubuk Minturun: 3 Orang Meninggal
Pemprov Sumbar Tetapkan Status Tanggap Darurat
Kerugian Akibat Bencana Cuaca Ekstrem di Sumbar Capai Rp4,9 Miliar
Jadi Ketua DPW PSI, PKS Sumbar Cek Keanggotaan Taufiqur Rahman
Mahasiswi asal Kalimantan Tewas di Kamar Kos, Posisinya Telungkup dan Tertutup Selimut, Ada Obat-obatan untuk Gangguan Lambung
HK Terapkan Sistem Buka-Tutup Jalan Pekanbaru–Padang, Sediakan Jalur Alternatif dan Kantong Parkir
Perpustakaan UNIDHA dan UNAND Teken Kerja Sama untuk Tingkatkan Layanan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:25 WIB

Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pelanggaran ke Divpropam Polda Sumatera Barat dan Ajukan Praperadilan di PN Pasaman Barat

Kamis, 27 November 2025 - 14:28 WIB

Info Terkini Banjir Bandang Lubuk Minturun: 3 Orang Meninggal

Rabu, 26 November 2025 - 15:12 WIB

Pemprov Sumbar Tetapkan Status Tanggap Darurat

Rabu, 26 November 2025 - 14:45 WIB

Kerugian Akibat Bencana Cuaca Ekstrem di Sumbar Capai Rp4,9 Miliar

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jadi Ketua DPW PSI, PKS Sumbar Cek Keanggotaan Taufiqur Rahman

Berita Terbaru

Payakumbuh

Capt. Harmen: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:39 WIB

Lima Puluh Kota

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Senin, 2 Feb 2026 - 10:49 WIB