Limapuluh Kota || Moralitas Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, tengah menjadi sorotan publik menyusul beredarnya sebuah video yang diduga melibatkan dirinya di sejumlah platform media sosial.
Video tersebut menyebar luas sejak beberapa hari terakhir melalui WhatsApp, sehingga memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak pihak menilai tayangan itu mencederai etika kepemimpinan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap kepala daerah.
Sejumlah tokoh masyarakat menyebut, terlepas dari benar atau tidaknya isi video tersebut, seorang kepala daerah harus menjaga wibawa, integritas, serta moralitas di hadapan masyarakat.
“Seorang bupati adalah simbol moral daerah. Bila muncul hal seperti ini, tentu mencederai kepercayaan rakyat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Limapuluh Kota yang meminta namanya tidak disebutkan.
Warganet juga ramai menyuarakan desakan agar Bupati Safni Sikumbang memberikan klarifikasi terbuka guna meluruskan informasi yang beredar. Mereka menilai, sikap diam hanya akan memperkeruh situasi dan menambah spekulasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota maupun Bupati Safni Sikumbang belum memberikan pernyataan resmi terkait video tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum maupun lembaga berwenang dapat menelusuri keaslian video itu, sehingga tidak terjadi fitnah atau penyebaran informasi palsu yang dapat merusak stabilitas daerah.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral yang besar, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam perilaku pribadi yang dapat berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat.(rio)









