Lima Puluh Kota || Solidaritas antarguru di Indonesia kembali ditunjukkan melalui aksi nyata Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). PGRI Provinsi Sumatera Barat bersama PGRI Kabupaten Sijunjung menyalurkan bantuan kepada guru-guru yang terdampak bencana alam di Kabupaten Limapuluh Kota.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Aula Kantor Bupati Sarilamak dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, Senin (26/1/2026).
Ketua PGRI Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati, menyatakan bahwa bantuan ini bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga cerminan kuatnya solidaritas profesi guru secara nasional.
“PGRI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai rumah besar guru Indonesia. Ketika satu daerah tertimpa musibah, daerah lain ikut bergerak membantu,” tegas Indrawati.
Ia menambahkan, dukungan dari PGRI provinsi hingga pusat menunjukkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kepedulian nyata di lapangan, bukan hanya dalam forum-forum formal.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa uang tunai dan paket kebutuhan pokok yang ditujukan bagi guru di wilayah Gunuang Omeh dan Bukik Barisan, daerah yang terdampak cukup parah.
“Ini adalah wujud tanggung jawab moral kami sebagai sesama pendidik. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberi semangat bagi para guru untuk bangkit,” ujarnya.
Pemerintah Daerah Apresiasi Peran PGRI
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, mengapresiasi langkah cepat PGRI yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana.
Menurutnya, guru tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga merupakan aset sosial yang harus dilindungi dan diperkuat pascabencana.
“Bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga soal psikologis. Guru yang terdampak perlu dukungan moral agar tetap kuat menjalankan perannya mencerdaskan generasi bangsa,” kata Wabup.
Ia berharap, semangat gotong royong yang ditunjukkan PGRI dapat menjadi contoh bagi organisasi profesi lain di tingkat nasional.(rio)









