LIMA PULUH KOTA || Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memprioritaskan pemulihan sektor pertanian guna menjaga ketahanan pangan daerah dan stabilitas ekonomi masyarakat pascabencana alam dan cuaca ekstrem. Kerusakan lahan pertanian seluas 108,77 hektare dinilai berpotensi menekan produksi pangan dan pendapatan petani jika tidak segera ditangani.
Selain lahan sawah, kerusakan juga terjadi pada jaringan irigasi dan akses usaha tani yang berperan penting dalam kelancaran produksi dan distribusi hasil pertanian. Kondisi ini meningkatkan risiko gagal panen dan berdampak langsung terhadap pasokan pangan lokal.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan langkah terukur untuk meminimalkan tekanan terhadap ekonomi petani dan menjaga ketersediaan pangan.
“Pemulihan lahan dan irigasi menjadi prioritas karena berhubungan langsung dengan keberlanjutan produksi dan pendapatan petani. Di sisi lain, asuransi pertanian kami dorong sebagai perlindungan ekonomi saat terjadi gagal panen,” ujar Witra di Sarilamak, Rabu (24/12/2025) kemarin.
Pemkab Limapuluh Kota telah mengajukan dukungan ke Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, mencakup rehabilitasi sawah rusak, bantuan benih dan sarana produksi, serta pemulihan jaringan irigasi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan produksi pangan strategis, khususnya padi.
Pendampingan penyuluh pertanian juga diperkuat untuk membantu petani menyesuaikan kalender tanam dan memilih varietas yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Strategi adaptasi tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas di tengah ketidakpastian iklim.
Untuk jangka panjang, penguatan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, jembatan pertanian, dan irigasi diarahkan tidak hanya untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga sebagai investasi ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Petani menyambut positif kebijakan tersebut. Ezi (55), petani di Kecamatan Guguak, berharap perbaikan irigasi dan bantuan sarana produksi segera terealisasi agar aktivitas tanam kembali normal dan pendapatan petani tidak terus tergerus.
Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Upaya pemulihan pascabencana diarahkan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman, harga stabil, serta kesejahteraan petani terjaga.(rio)









