LIMA PULUH KOTA || Upaya penguatan ekonomi nagari terus dilakukan Pemerintah Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban (Lasahan), Kabupaten Limapuluh Kota, melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hingga awal Januari 2026, progres pembangunan koperasi tersebut telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
Koperasi yang berlokasi di Jorong Tareh itu disiapkan sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat nagari, sekaligus menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi warga. Pembangunan KDMP diawali dengan peletakan batu pertama pada 18 Oktober 2025 oleh Dandim 0306/50 Kota bersama Danramil, Kapolsek Luhak, serta Camat setempat.
Walinagari Balai Panjang, Idris, menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan koperasi akan selesai sesuai target. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung lokasi pembangunan, Kamis sore (1/1/2026), didampingi Babinsa Nagari Balai Panjang, Sertu Agung Prasetyo.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Nagari Balai Panjang telah mencapai 60 persen. Kita berharap per 31 Januari 2026 pembangunannya bisa selesai,” ujar Idris.
Menurut Idris, pembangunan dilakukan secara intensif setiap hari agar koperasi yang telah berbadan hukum tersebut dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang ikut membantu proses pembangunan di lapangan. Selain itu, dukungan nagari terhadap keberadaan KDMP juga diwujudkan melalui penyediaan lahan yang luas.
“Awalnya diminta lahan seluas 1.000 meter persegi, namun demi kepentingan masyarakat dan pengembangan ke depan, kita siapkan lahan seluas 5.800 meter persegi,” jelas Idris yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Walinagari Kabupaten Limapuluh Kota (Perwanaliko).
Ke depan, Koperasi Desa Merah Putih Nagari Balai Panjang direncanakan membuka berbagai unit usaha strategis, seperti apotek, gerai sembako, penyaluran barang subsidi berupa gas LPG dan pupuk, serta unit usaha lain yang dibutuhkan masyarakat.
“Pada prinsipnya kami sudah siap untuk operasional. Tinggal menunggu arahan dan instruksi dari Pemerintah Pusat serta instansi terkait. Harapannya, koperasi ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi nagari dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Idris.(rio)









