Bukittinggi || Keberhasilan Kabupaten Lima Puluh Kota meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025 tidak datang secara instan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari pengawalan langsung pimpinan daerah, pembinaan berjenjang, serta kerja keras kafilah yang ditempa sejak jauh hari.
Bupati Lima Puluh Kota bersama Wakil Bupati Rito Resha disebut aktif terlibat sejak proses awal, mulai dari seleksi peserta, pelaksanaan Training Center (TC), hingga pendampingan mental dan spiritual menjelang perlombaan di Bukittinggi.

“Sejak awal kami menanamkan kepada kafilah bahwa MTQ bukan sekadar lomba, tetapi ikhtiar menjaga dan memuliakan Al-Qur’an. Prestasi ini adalah bonus dari kesungguhan mereka,” demikian pernyataan resmi Bupati Lima Puluh Kota.
Disiplin Kafilah Jadi Kunci
Pemerintah daerah menilai keberhasilan meraih gelar juara umum tidak terlepas dari disiplin tinggi para peserta selama masa pembinaan. Kafilah Lima Puluh Kota menjalani TC secara intensif dengan pola latihan terukur, pendampingan pelatih profesional, serta penguatan mental bertanding.

Wakil Bupati Rito Resha menegaskan bahwa pemerintah daerah sengaja memprioritaskan pembinaan sejak dini agar para peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga matang secara mental.
“Kami ingin kafilah tampil percaya diri, tenang, dan berkarakter. Mereka membawa nama daerah dan nilai-nilai Al-Qur’an, itu tanggung jawab besar,” ujarnya.
Kafilah Tampil Solid
Para anggota kafilah pun menunjukkan kekompakan sepanjang perhelatan MTQ. Dukungan moral antarpeserta, official, dan pelatih menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi persaingan ketat antarkabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Salah seorang official kafilah menyebut keberpihakan pimpinan daerah menjadi suntikan motivasi besar bagi peserta. “Kami merasa tidak berjuang sendiri. Ada perhatian penuh dari pemerintah daerah, itu membuat kafilah tampil maksimal,” katanya.

Lebih dari Sekadar Gelar
Meski berhasil membawa pulang piala juara umum, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan bahwa orientasi utama bukan pada trofi, melainkan pada keberlanjutan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Bupati Lima Puluh Kota menekankan bahwa MTQ harus menjadi titik awal lahirnya generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak. “Juara ini kami persembahkan untuk masyarakat. Yang lebih penting, nilai Al-Qur’an harus hidup dalam keseharian generasi muda kita,” tegasnya.
Kemenangan Rakyat Lima Puluh Kota
Gelar Juara Umum MTQ Nasional ke-41 tingkat Sumatera Barat 2025 ini pun dipersembahkan sebagai kemenangan kolektif masyarakat Lima Puluh Kota. Pemerintah daerah menilai capaian tersebut sebagai cerminan kuatnya dukungan masyarakat terhadap pembinaan keagamaan.
“Kemenangan ini bukan milik pemerintah atau kafilah semata, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota,” tutup pernyataan resmi pemerintah daerah.(rio)









